RENOVASI RUMAH TINGGAL DI PD. CABE

Mengutip sebuah ungkapan anoNim ‘Pemenang Adalah Mereka Yang Bisa Memaafkan’ rasanya memang harus selalu diingatkan betapa pentingnya makna maaf itu. Seharusnya, ketika kata-kata maaf dilontarkan, tentu bukan sekadar kata-kata kosong tapi kata hati ikut bersamanya. Ketika hal itu bisa dilakukan [dengan tulus], searah kualitas orang yang mengucapkannya sudah ‘naik pangkat’ pada kesadaran hidup yang lebih tinggi.

Yang berbahaya adalah ketika kata maaf menjadi omong kosong yang tidak memberi arti apa-apa. Kata itu hanya menjadi basa-basi tanpa makna apapun. Maaf tanpa kesadaran, hanya akan menjadi hiasan bibir dan tidak memberi arti pada kualitas kehidupan.


Comments